Teknologi Membutakan Manusia Terhadap Kesehatan

Perkembangan zaman selalu hadir dalam sirkulasi kehidupan manusia. Seiring dengan keadaan lingkungan dan pengetahuan manusia yang kritis akan suatu hal, memunculkan ide-ide terbaru untuk menghadapi dan mengatasi permasalahan yang tak jarang dialami oleh manusia. Hal-hal terbaru yang dimunculkan oleh perkembangan zaman ini sangatlah beragam. Dimulai dari peradaban manusia pertama yang sangat bergantung pada alamnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada saat itu, manusia hanyalah memikirkan bagaimana caranya untuk mempertahankan kehidupan. Zaman yang mana manusia kala itu hanya bisa mengandalkan alamnya sebagai pemenuhan kebutuhan hidup. Mereka hanya memerlukan makanan dan tempat tinggal untuk berlindung dari serangan binatang buas. Keahlian berburu menjadi faktor yang harus diperlukan bagi para pria untuk makan bagi keluarganya. Zaman ini dikenal dengan peradaban food gathering. Hingga kini, manusia dimanjakan dengan teknologi yang dapat membantu mempermudah manusia dalam mengerjakan segala hal. Mulai dari teknologi berbasis hiburan, komunikasi, sosial, dan lain sebagainya, kini telah merajalela dikalangan masyarakat milenial. Tanpa adanya alat-alat tersebut, kita hidup bagaikan pada abad zaman terdahulu yang hanya mengandalkan tenaga dan bahan seadanya.

            Teknologi diklaim dapat membantu dalam melancarkan aktivitas manusia menjadi lebih efektif dan efisien terhadap waktu. Memang, dengan kecanggihannya, dalam sekejap pekerjaan manusia dapat diatasi dan lebih menghemat tenaga manusia. Manusia hanya perlu mengoperasikan alat-alat itu untuk bisa berjalan sesuai dengan fungsinya. Teknologi tersebut sudah dirancang sedemikian rupa dalam upaya melihat permasalahan yang sering terjadi menimpa manusia. Alatnya mudah dioperasikan serta memiliki daya kerja yang cukup tinggi.

Keberadaan teknologi sangat diakui oleh manusia, bisa kita lihat dari keadaan di dunia saat ini. Suatu negara akan maju bila masyarakatnya mampu memanfaatkan teknogi terlebih lagi jika bisa menciptakan teknologi terbarukan yang dapat memberantar isu-isu yang ada.

Banyak manusia yang terlarut dalam penggunaan teknologi. Mereka hanya melihat dampak positif yang diberikan dan mementingkan bagaimana pekerjaannya atau kebutuhannya dapat terselesaikan dalam jangka waktu cepat. Teknologi dipandang pemberi pemuas kehidupan manusia. Dengan kinerja dan perspektif positif kita terhadap teknologi, kita dibutakan oleh dampak negatif penggunaan teknologi, apa lagi dalam hal kesehatan.

GANGGUAN KESEHATAN AKIBAT TEKNOLOGI

Teknologi menjadikan tubuh kita seolah-olah sedikit melakukan aktivitas. Kegiatan banyak ditunjang oleh teknologi. Alhasil tubuh kita banyak diam, tinggal menunggu hasil instan dari teknologi. Hal tersebut membuat tubuh manusia terasa kaku, karena jarang digerakkan dalam melakaukan aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan zaman ketika teknologi belum secanggih saat ini. Manusia mengandalkan tubuh sehatnya dalam menjalankan aktivitas sehingga lebih sering mengeluarkan keringat sebagai pengeluaran racun dari dalam tubuh.

Penggunaan gadget, mengetik depan komputer, dan menonton televisi terlalu lama, hal yang sering dijumpai pada anak-anak zaman kini. Di Indonesia sendiri termasuk peringkat lima besar pengguna gadjet terbanyak di dunia (detikINET 3/2/2014). Pengguna aktif smartphone sebesar 47 juta orang. Surey yang dilakukan oleh Kementrian Informasi dan Unicef pada tahun 2014, persentase pada anak-anak dan remaja sebesar 79,5 persen, kebanyakan digunakan untuk mencari informasi, bermedia sosial, dan sebagai hiburan. Tentunya kaum muda bila tidak dibatasi akan mengkhawatirkan kesehatannya. Terlebih pada lengan yang merupakan alat utama bagi genggaman atau pengaplikasian alat tersebut.

Menurut penelitian The Prevalence of Back Pain, Pain Discomfort, and Dermatitis in US Working Population tahun 1994, masyarakat mengaku merasakan nyeri pada lengannya. Nyeri pada lengan disebut dengan carpal tunnel syndrom, cedera dipergelangan tangan akibat banyak melakukan aktivitas yang menggunakan lengan. Saraf yang terdapat dalam lorong karpal lengan terdapat di jari-jari tangan dan dapat merasakan sentuhan. Jika terdapat perulangan gerakan, dapat memicu terjadinya saraf yang tertekan. Maka terjadilah rasa kesemutan, mati rasa, dan rasa nyeri yang dipengaruhi oleh tekanan pada saraf ini.

Trigger finger atau jari pelatuk yaitu nyeri pada bagian tengah jari yang sering terjadi. Kejadiannya berupa terkuncinya jari menjadi tertekuk sehingga terasa sakit ketika digerakkan atau diluruskan. Sama halnya dengan carpal tunnel syndrom, trigger fingerpun terjadi karena banyanya gerakkan berulang oleh jari. Penyakitnya berlangsung secara tiba-tiba, terdapat bunyi ‘klik’ pada tulang yang terindikasi sambil membawa rasa sakit. Hal ini banyak dirasakan seseorang jika terlalu lama bermain gadget, jempolnya dipaksakan menekuk untuk mengetik di layar.

Kesehatan merupakan faktor utama yang harus selalu dijaga keadaannya. Karena berawal dari rasa sehatlah manusia bisa memulai menjalankan aktivitasnya. Jangan sampai dengan adanya teknologi yang canggih, kesehatan kita terancam. Maka dari itu, bijaklah dalam mengelola diri sendiri khususnya dalam menggunakan teknologi.

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.